Mindset yang benar Memahami Perilaku Market

By Sony Wijaya | 20 Maret 2017 | Kategori:

mindset yang benar memandang perilaku market forex saham

Dahulu arti kata pasar ( market ) adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual. Di era digital saat ini, yang dimaksud dengan market adalah mekanisme transaksi, sudah bukan mengenai lokasi atau tempat. Pembeli dan penjual tidak perlu bertemu secara fisik. Berkat bantuan teknologi internet, kita semua bisa bertindak sebagai buyer / seller dan saling terhubung dimanapun kita berada.

Berbicara tentang trading forex, kita semua tau market forex adalah market paling besar dan aktif diseluruh dunia. Nilai transaksinya mencapai 5 Milliar US Dollar / hari. Diperkirakan akan terus meningkat nilainya seiring pertumbuhan jumlah investor dan trader forex diseluruh dunia.

Market forex itu seperti laut, bisa memberi makan yang melimpah. Banyak peluang tercipta setiap hari yang dapat kita manfaatkan untuk memperoleh profit. Namun market bisa berubah seperti ombak "ganas" yang bisa membunuh kita sewaktu-waktu jika kita tidak berhati - hati.

Yang namanya laut selalu memiliki siklus. Kondisi tenang dan kondisi badai. Kedua kondisi inilah yang harus kita kenali. Dengan semakin bertambahnya jam terbang trading, feeling kita semakin terlatih dalam memahami market.

Ada 3 prinsip tentang market yang ingin saya bagikan pada postingan kali ini :
  • Market is always Right.
Banyak trader ketika mengalami loss menyalahkan market. Dia merasa analisanya sudah benar. Padahal market tidak memperdulikan siapa anda dan bagaimana analisa anda.

Market bergerak "sesuka hati".

Market bergerak karena adanya transaksi yang didominasi oleh pelaku pasar. Jika buyer mendominasi maka market bergerak naik, Jika seller mendominasi maka market bergerak turun. Jadi siapa yang anda salahkan ketika mengalami loss ? Market tidak pernah salah. Kita lah yang harus mau mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan.
  • There is no Good Market or Bad Market, Only Good Position or Bad Position.
Sering kita dengar ada orang berkata : "Wah market sedang jelek..". Padahal sebenarnya bukan market lagi jelek tapi mereka saja yang tidak dapat memanfaatkan kondisi tersebut.

Atau mungkin mereka sedang dalam kondisi floating loss. Dengan berkata market lagi jelek, dia mencari pembelaan atas loss yang dialami.
  • Never Outsmart the Market.
Kebanyakan trader berusaha memprediksi kemana arah market akan bergerak. Padahal untuk berhasil di bisnis ini, kita tidak diharuskan menjadi "peramal". Tugas kita bukan prediksi melainkan reaktif. Ketika market bergerak naik atau turun, kita sudah menyiapkan plan yang detail untuk antisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Dalam trading segalanya mungkin terjadi. Jangan pernah berpikir : "Ahh masak sih harga turun sampai ke sekian...". Anda belum pernah merasakan floating loss hingga ribuan pips sih makanya bisa berpikir demikian.

Juga jangan terlalu percaya diri (over confident). Over confident biasanya mengakibatkan over lot dan over trading. Padahal over lot dan over trade adalah faktor terbesar penyebab terjadinya Margin Call.

Demikianlah ketiga prinsip market yang harus kita pahami. Market memang tidak bisa dipastikan kemana arahnya, tapi memiliki pola kebiasaan, bisa diukur dan diperkirakan arah kecenderungannya.

Disini letak seninya bisnis ini. Persiapkan diri dengan trading plan yang baik dan Money management yang bijak.