Investasi sebuah Kebutuhan, BUKAN Pilihan

By Sony Wijaya | 2 Mei 2016 | Kategori:

investasi sebuah kebutuhan bukan pilihan

Menurut kamus bahasa indonesia, kata Investasi memiliki arti aktivitas pengelolaan suatu aset yang dapat memberikan hasil atau keuntungan di kemudian hari.

Itu kalau menurut kamus bahasa indonesia. kalau menurut anda ? tentu definisinya bisa beragam dan berbeda. Karena pengetahuan dan pengalaman tiap orang berbeda. Malah ada yang berkata : Investasi itu Tipu-tipu. Waduhh..

Sepertinya orang itu punya pengalaman pahit pernah tertipu karena menerima tawaran sebuah peluang bisnis yang mengatasnamakan "investasi". Lalu mengalami kekecewaan di kemudian hari.

Kembali ke topik tentang investasi yang benar.

Dalam dunia finansial di era modern, pilihan investasi kini kian beragam. Kalau dulu orang taunya cuma tabungan dan deposito. Sekarang ada saham, emas, property, forex, reksa dana, dan lain sebagainya.

Tentu masing-masing instrumen investasi tersebut ada peluang dan resikonya. Ada kelebihan serta kekurangan yang harus di pahami dengan baik oleh investor sebelum menentukan pilihannya.

Sebuah pertanyaan besar : Mengapa kita harus berinvestasi ? Mengapa investasi sudah menjadi kebutuhan ? Terlebih di era modern ini Investasi menjadi sangat penting.

Jawabannya sederhana : karena biaya hidup semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk persiapan masa pensiun, mempersiapkan dana pendidikan anak, dana cadangan untuk kesehatan. Dan masih banyak lagi kebutuhan untuk masa depan.

Juga ada efek inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan.

Kita semua tentu menginginkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Jika hanya mengandalkan dari gaji / pendapatan saat ini, apakah sudah cukup ?

Alangkah bijak jika kita melakukan persiapan dan perencanaan lebih dini dalam mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera. Bukan hanya berangan-angan saja TANPA ada tindakan nyata.

Kembali kepada definisi investasi di awal tadi : aktivitas pengelolaan suatu aset yang dapat memberikan hasil di kemudian hari.

Mari kita melihat dengan sudut pandang yang berbeda, yaitu Management Pribadi. Kemampuan mengelola dan mengembangkan diri sendiri.

1. Aktivitas.

Coba cek keseharian kita. Apa pekerjaan yang kita lakukan setiap hari, Apa kegiatan / aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Apakah itu bermanfaat atau tidak ? Positif atau negatif atau sia - sia ?

Waktu kita sangat terbatas. Hidup manusia sangatlah terbatas. Usia di atas 40 tahun, hampir seluruh sumber daya tenaga, waktu, pikiran dan otak kita akan mengalami kemerosotan seiring bertambahnya usia.

Jangan buang waktu anda bersama orang-orang yang tidak produktif. Pilihlah lingkungan dan komunitas yang selalu positif, senantiasa mendorong anda untuk maju dan berkembang.

2. Aset.

Aset sesungguhnya adalah diri sendiri. Kapasitas dan kemampuan kita adalah aset utama yang senantiasa harus terus dikembangkan.

Miliki semangat dan motivasi untuk mau belajar dan terus mengasah ketrampilan diri.

Property, saham, forex, emas... itu semua hanyalah aset / benda mati. Hanya alat ( instrumen ) investasi. Bukan tergantung apa alat investasinya, namun siapa dan bagaimana mengelolanya. Ini lebih penting !

Seperti ada quote terkenal : The important is not gun, but the man behind the gun.

Banyak kisah di masyarakat yang hanya ikut-ikutan mengambil tawaran investasi tanpa mempelajari lebih detail pengetahuan tentang investasi tersebut.

Hanya berharap duduk diam dapat duit. Biasanya berakhir pada kekecewaan. Kalaupun bisa mendapat untung, tidak langgeng. Karena pelakunya sendiri tidak mau belajar.

Pada akhirnya, investasi terbaik BUKANLAH investasi property, emas, saham, forex. Namun investasi otak dan pengembangan diri.

0 Response to "Investasi sebuah Kebutuhan, BUKAN Pilihan"

Posting Komentar