Belajar Mengenal Kondisi Pasar SIDEWAYS atau TREND

By Sony Wijaya | 8 Mei 2018 | Kategori:

belajar mengenal kondisi market trading pasar saham forex indonesia sideways trending retrace pullback reversal berbalik siklus timing cut loss

Trading forex adalah SENI memprediksi pergerakan harga yang super dinamis.

Secara ARAH cuma ada 2 kemungkinan, naik atau turun. Tetapi secara BATAS pergerakan harga mempunyai banyak kemungkinan.

Contohnya, pada jam 07.00.
Harga mau naik atau turun ? Jika naik, naiknya seberapa panjang ? 5 pips, atau 10 pips, atau 3 pips, atau berapa ?

Kemudian setelah itu harga akan berbalik turun atau diam atau masih berlanjut naik ? Jika turun, turunnya seberapa panjang ? Jika diam, diamnya seberapa lama ? Atau jika masih naik, seberapa panjang lagi ?

DAN SETERUSNYA DAN SETERUSNYA...

Terdapat ribuan misteri dan pertanyaan selanjutnya, KEMANA HARGA AKAN BERGERAK ? Belum lagi jika pertanyaannya ditambah dengan satuan waktu.

Satu menit kemudian ?
Satu jam kemudian ?
Satu hari kemudian ?
Satu minggu kemudian ?

Bayangkan, kemungkinannya menjadi sangat banyak bahkan TIDAK TERBATAS ( Infinity Probability ).
Inilah penyebab mengapa banyak trader gagal dan mengaku sulit "menebak" market. Sebab market mempunyai jutaan kemungkinan dan tidak mungkin trader mampu menyiapkan jutaan SKENARIO kemungkinan tersebut beserta cara ANTISIPASINYA.
Oleh sebab itu, jika anda ingin menjadi trader yang berhasil, mulai sekarang STOP berpikir tentang menebak arah market ! Mindset kita perlu berubah.

Yang perlu kita pahami BUKAN bagaimana arah market, melainkan bagaimana Siklus dan Kondisi market ? Pada postingan kali ini saya akan mengupasnya secara lebih mendalam.

Market pada dasarnya bergerak dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu SIDEWAYS dan TRENDING. Pola pergerakan ini senantiasa bergantian.

TREND - SIDEWAYS - TREND - SIDEWAYS - DAN SETERUSNYA

  • SIDEWAYS adalah pergerakan bolak balik, mantul-mantul, mondar mandir dalam kisaran range harga tertentu. Arahnya tidak jelas. Sebentar naik, sebentar turun. Kalau di lihat di Time Frame lebih besar, membentuk candle dengan ekor ( shadow ) yang panjang. 

  • TRENDING adalah pergerakan lurus, kencang, tanpa pembalikan arah. Kalaupun ada pembalikan, sangat kecil dan tidak terlalu signifikan. Hanya membentuk retrace / pullback sementara, lalu bergerak mengikuti trend sebelumnya. Arahnya sangat jelas, naik terus atau turun terus. Kalau di lihat di Time Frame lebih besar, membentuk candle dengan body yang besar.
Setelah mendefinisi arti dan polanya, kita masih mempunyai pertanyaan berikutnya, KAPAN TERJADINYA SIDEWAYS DAN KAPAN TERJADINYA TRENDING ? 

Bisnis trading tidak bisa dipisahkan dari yang namanya RENTANG WAKTU. Ya tentu saja ! Karena dalam trading, informasi hanya ada 2 yaitu HARGA dan WAKTU. Rentang Waktu dibagi menjadi 2,
  • PENDEK. Ukuran waktunya adalah menit, jam, dan hari. Maksimal seminggu, tidak lebih dari seminggu. Time Frame yang digunakan H1 kebawah.

  • PANJANG. Ukuran waktunya adalah minggu dan bulan. Lebih dari seminggu. Bisa 2 - 3 minggu, bahkan bisa sampai 1 - 2 bulan. Time Frame yang digunakan H1, H4, dan D1.
Dengan melihat diagram diatas, kita bisa mengambil beberapa kesimpulan,

1. DINAMIS DALAM JANGKA PENDEK.

Hakekat pergerakan harga adalah dinamis. Setiap detik, menit, jam senantiasa berubah dan bergerak. Terkadang bergerak dalam range sempit ( Sideways ) di pagi dan siang hari. Lalu sore dan malamnya mulai lebar range pergerakannya.

Secara jangka pendek, perubahan trend cukup sering terjadi. Sebentar trending, sebentar sideways. Lihat bagian A dan B. Kelemahan trading di time frame pendek adalah lebih dinamis, banyak perubahan dan penuh dengan "kejutan".

Trader pemula saya sarankan untuk tidak trading di Time frame H1 ke bawah supaya tidak terkaget-kaget menghadapi dinamika market secara jangka pendek.

2. KEMAMPUAN MELIHAT TREND.

RAHASIA SUKSES TRADING adalah kemampuan melihat dan menemukan trend. Seperti banyak nasehat mengatakan, kalau ingin sukses di trading harus mengikuti trend.

Namun nasehat ini memiliki kelemahan, yaitu trend yang sering muncul di market adalah trend pendek, hanya SESAAT ( bagian B ). Setelah itu harga berbalik lagi.

Trend yang paling di cari trader adalah trend besar / jangka panjang ( D ). Trend ini mempunyai potensi profit yang sangat besar.

Pergerakannya panjang dan relatif sulit berbalik ( reversal ) dalam waktu singkat sehingga trading di moment ini posisi kita menjadi "lebih aman". Tanpa perlu analisa yang rumit dan tanpa indikator pun trend jangka panjang relatif mudah dikenali dan sangat jelas arahnya. Downtrend kuat atau uptrend kuat.
SENI DALAM TRADING, Trend panjang ( D ) SELALU dimulai dari trend pendek ( B ) tetapi trend pendek ( B ) BELUM TENTU menjadi trend panjang ( D ).
Ombak besar SELALU dimulai dari ombak kecil. Namun ombak kecil BELUM TENTU menjadi ombak besar.

Inilah alasan mengapa banyak trader terkecoh dan merasa dipermainkan market. Mereka tidak menyadari bahwa TREND itu LEBIH BANYAK bersifat trend pendek ( B ) bukan trend panjang ( D ). Mereka berharap mendapat profit yang besar ( secara pips ) namun harga seringkali malah berbalik sebelum menyentuh level TP.

Trader harus senantiasa mengasah skill trading dengan meningkatkan pengalaman dan jam terbang sehingga mampu membedakan mana trend pendek yang hanya sesaat dan mana trend pendek yang berpotensi menjadi trend panjang.

Pergerakan trend panjang biasanya dipicu FUNDAMENTAL yang kuat. Misalnya isu resesi global, geopolitik, ancaman perang, dan bencana alam. Peristiwa - peristiwa tersebut relatif jarang terjadi.

Atau bisa juga release data ekonomi pengumuman suku bunga, dan data inflasi. Jadwal news tersebut dapat dilihat disini. News yang sering menggerakkan market trending adalah FOMC dan NFP. Selain daripada itu, semua news seringnya relatif Sideways dan trend pendek ( B ).

Jadi nasehat populer FOLLOW THE TREND artinya carilah trend jangka panjang sebab memiliki winning probability yang tinggi. Arahnya sudah jelas, potensi profitnya besar, dan kemungkinan berbalik arah sangat kecil.

Para big player pada keluar kandang dan masuk pasar dengan dana jutaan dollar sehingga membuat trend semakin kuat.

3. SIDEWAYS DALAM JANGKA PANJANG.

Mari kita bahas kondisi C lebih mendalam. Seperti tadi sudah saya jelaskan bahwa lebih banyak trend yang sifatnya jangka pendek daripada trend jangka panjang.

Jika kondisi B terus berlanjut maka akan menjadi D. Ingat, ini pembahasan kita di point no 2.

Nah karena kondisi D itu relatif jarang terjadi, maka kondisi B lebih sering menjadi A. Kondisi A dan B akan sering terjadi secara silih berganti. Gabungan dari kondisi A dan B adalah C. Market pada dasarnya bergerak bolak balik seperti gelombang, tidak pernah ada garis lurus.

Trend panjang pun tetap membutuhkan pembalikan arah atau koreksi ( retrace / pullback ) sebab para trader melakukan aksi profit taking setelah berhasil menunggangi sebuah trend.

4. KESIMPULAN.

Setelah memahami realita yang ada, dapat kita simpulkan bahwa metode Sideways relatif lebih unggul dan banyak kemungkinan profitnya daripada metode Trending sebab market trending terjadi lebih jarang.

Metode sideways biasanya tidak terlalu pusing menebak arah market. Posisi buy atau sell "tidak ada artinya". Dua-duanya bisa profit jika market bergerak bolak balik.

Namun menggunakan metode sideways perlu waspada ketika market berubah menjadi trend panjang tanpa pembalikan arah, maka perlu segera CUT LOSS sebelum floating loss semakin membengkak.

Yah begitulah memang tidak ada metode yang sempurna. Metode sideways akan bermasalah ketika berada dimarket trending. Metode trend akan babak belur ketika berada di market sideways.

Market ibaratnya LAUTAN yang menyediakan banyak ikan berlimpah. Namun kita perlu BERSABAR dan MENGERTI bagaimana menyikapi siklus perubahan dengan tepat sehingga mampu survive di segala kondisi pasar. 

SALAM PROFIT KONSISTEN DAN OPTIMAL.

Silahkan SHARE Jika Bermanfaat.

0 Response to "Belajar Mengenal Kondisi Pasar SIDEWAYS atau TREND"

Posting Komentar