Persepsi dan Reality Kadang Berbeda

By Sony Wijaya | 31 Januari 2017 | Kategori:

persepsi dan kenyataan kadang berbeda


Trading forex merupakan bisnis yang sebenarnya sangat menarik. Memiliki peluang yang besar dan layak ditekuni oleh semua orang dari berbagai kalangan.

Di tengah-tengah perubahan jaman akibat kemajuan teknologi internet yang demikian pesat, bisnis ini semakin menunjukkan "pesona" dan daya tarik bagi kebanyakan orang.

Sampai - sampai ada gurauan berkata : Trading Forex itu dibenci sekaligus dirindukan.

Lho kok dibenci, emang kenapa ? Bisnis ini salah apa ? Nanti anda akan tau sendiri jawabannya. Hehee..

Meskipun demikian(daya tarik yang besar) bisnis ini juga memiliki resiko yang harus dipahami dan dimengerti oleh semua orang. Khususnya bagi mereka yang serius terjun menjalani bisnis ini.

Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan, juga ketidak berimbang informasi yang diperoleh mengenai peluang dan resiko, kekurangan dan kelebihan bisnis ini, menimbulkan banyak sekali kesalahpahaman masyarakat dalam menilai dan memandang Trading Forex.

Banyak orang terjebak dengan persepsi yang salah. Tidak memahami bisnis ini secara utuh, obyektif dan menyeluruh.

Selama saya menggeluti bisnis trading, saya melihat banyak mispersepsi dari orang - orang yang saya temui. Baik bertemu secara online atau offline.

Secara garis besar saya membagi mereka ke dalam 2 kelompok :

1. Belum pernah trading, tertarik ingin mencoba, berfantasi profit besar, berharap cepat kaya lewat trading.

Hampir 99% pemula masuk ke dalam kelompok ini. Otak mereka selalu dipenuhi dengan profit, profit dan profit..

Dengan daya tarik dan pesona yang dimiliki, yaitu kelebihan-kelebihannya ( kemudahan, kebebasan dan fleksibilitas yang tinggi ), membuat mereka menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap bisnis ini.

Nafsu ingin profit besar dalam waktu singkat begitu memenuhi isi kepala mereka. Bahkan secara "tidak sadar" mereka menolak jika mengalami loss. Maunya selalu profit di setiap transaksi.

Padahal kalau di bisnis sektor real, untung rugi itu hal yang biasa. Semua orang bisa menerima kerugian dalam berbisnis sebagai sebuah resiko.

Kalau saya memberitahu - Jangan terlalu banyak mikirin profit, mereka menjawab : "Ngerjain bisnis kalau nggak cari profit ya ngapain ?" Nah lho.. saya malah di salahpahami oleh mereka.. hehe..

Tidak ada yang salah dengan mikirin profit. Memang tujuan kita menjalankan sebuah bisnis untuk mendapatkan profit. Tetapi jangan melupakan resikonya. Pahami resikonya serta pelajari bagaimana cara menangani resiko tersebut.

Justru inilah kunci SUKSES di bisnis ini. Kemampuan mengelola resiko menjadi sangat penting.


2. Pernah trading, sekarang sudah berhenti, loss dan trauma, pesimis serta mental down.

Ini kebalikan dari kelompok pertama. 

Kalau kelompok pertama penuh dengan hasrat, semangat dan harapan yang luar biasa, kelompok kedua justru penuh dengan sinis, pesimis dan perasaan negatif.

Kelompok ini sudah menjalani dan mengalami sendiri bagaimana sesungguhnya "Medan pertempuran" Trading Forex.

Kurangnya kesiapan mental dan pengalaman trading yang minim, serta ditambah harapan yang tidak realistis, akhirnya perjalanan trading mereka berujung pada kegagalan dan kekecewaan. 

Kondisi ini memberikan efek psikologis yang berat. Perasaan gagal, telah kehilangan sejumlah uang / modal, trauma, mental down, kapok dan tidak yakin terhadap bisnis ini.

Nah jika sudah mengalami kondisi seperti ini, mau menyalahkan siapa ? Biasanya trader lebih gampang menyalahkan strateginya kurang hebat, menyalahkan mentornya, menyalahkan indikator, menyalahkan analisa trading, dan menyalahkan market.. 

Atau malah menyalahkan diri sendiri, dengan berkata : "Saya tidak jodoh di bisnis ini.." wkwkwkw.. Dulu saya soalnya juga pernah mengalami kondisi seperti ini. Hihihihi..

Sobat trader dimana pun anda berada, Semua orang pernah mengalami kegagalan. Bahkan orang sukses pun mengalaminya. Yang membedakan mereka dengan orang gagal adalah mereka tidak menyerah ditengah jalan.

Respon mereka menghadapi kegagalan adalah koreksi dan memperbaiki diri.

Dengan memahami realita trading Forex, bukan membuat kita menjadi down dan pesimis. Justru membuat kita SADAR bahwa kita harus mau belajar dan meningkatkan kemampuan trading. Bukan fokus pada profit profit terus..

Trader perlu memulihkan psikologi dan mentalnya terlebih dahulu. Jangan malah ada perasaan kecewa, pesimis dan "marah" yang besar terhadap bisnis ini.

Terima, akui dan iklaskan kegagalan anda dimasa lalu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, pengalaman serta Harapan anda sendiri yang terlalu tinggi terhadap bisnis ini.

Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran menjadi pribadi yang lebih baik. Pandanglah Trading sebagai sebuah bisnis jangka panjang, bukan untuk mendapat profit besar dalam waktu singkat.

Intinya belajar. Kita harus mau mempelajari seluk beluk dan lika liku bisnis yang kita jalani. Jangankan di trading, dibisnis real mana yang kita bisa berhasil tanpa perlu belajar  ? TIDAK ADA !

Perlakukan Trading secara profesional, serius, terencana dan dengan harapan yang realistis merupakan kunci sukses dan bertahan secara jangka panjang di bisnis ini.


3. Atau mungkin ada kelompok ketiga : Nggak tau apa-apa tentang Trading Forex. Baru tau sekarang setelah membaca postingan ini, hehehe.. 

Kalau memang benar begitu, saya ucapkan Selamat datang dan Selamat Mengenal Trading Forex. Semoga anda mengenalnya dengan baik.  

Trading Forex sangat Prospektif dan Profitable, Namun tetap ada resiko.

Oleh karena itu pelajari dengan sungguh-sungguh. Jalani bisnis ini dengan sikap dan psikologi yang baik. Tingkatkan pengalaman dan jam terbang. Buang jauh - jauh keinginan cepat kaya melalui Bisnis ini.

Karena sebenarnya kaya itu adalah hasil dari sebuah proses. Jangan berharap kaya jika kita tidak mau menjalani prosesnya.


0 Response to "Persepsi dan Reality Kadang Berbeda"

Poskan Komentar