Sudah kah Kita Perlakukan Trading Sebagai Bisnis

Sudah kah Kita Perlakukan Trading Sebagai Bisnis

mindset trading adalah bisnis bukan judi. sudahkah kita memperlakukan investasi trading saham forex sebagai bisnis

Kalau kita sering membaca di berbagai forum, grup dan komunitas trading, disana banyak yang mengatakan bahwa Trading adalah bisnis. Trading itu bisnis bukan judi. Sebuah kalimat klise yang sering di ucapkan para master / mentor trading.

Sebenarnya ada PERTANYAAN yang lebih penting dari sekedar mengatakan, Trading adalah bisnis. SUDAHKAH KITA PERLAKUKAN TRADING SEBAGAI BISNIS ?

Jika belum maka tidak heran kalau trading kita mengalami banyak babak belur dan berakhir dengan kekecewaan. Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara memperlakukan trading sebagai bisnis ?

Pada postingan kali ini saya akan membahas hal tersebut secara lebih detail dan mendalam supaya tidak hanya sekedar teori yang mudah diucapkan ( trading adalah bisnis ) tapi sulit diterapkan.

Sebuah bisnis bisa berhasil butuh 3 hal yang saling mendukung, yaitu Mindset, Metode, dan Management.

1. MINDSET.

Supaya berhasil di suatu bidang, kita harus memiliki mindset yang positif terhadap bidang tersebut dan yakin kepada diri sendiri.

Coba jawab pertanyaan berikut ini,
- Yakin kah anda trading forex adalah BISNIS YANG LUAR BIASA ? 
- Yakin kah anda bisa MENGHASILKAN SESUATU YANG LUAR BIASA dari trading ?

Jika jawaban kedua pertanyaan tersebut adalah TIDAK YAKIN, berarti anda mempunyai mindset yang negatif ( ragu dengan bisnisnya dan tidak percaya diri ). Saran saya SEGERA TINGGALKAN TRADING. Cari pekerjaan / bisnis lain yang mungkin lebih cocok buat anda.

Berbicara soal keyakinan, saya bisa mengerti bahwa seseorang tidak bisa mindsetnya langsung positif. Awalnya masih negatif / ragu itu hal yang sangat wajar. Namun setidaknya kita harus membangun keyakinan positif lebih dahulu supaya perjalanan menuju trader yang berhasil menjadi lebih bersemangat dan tidak mudah menyerah.

Bagaimana cara membangun mindset yang positif ? Perbanyaklah bergaul dengan orang - orang yang berhasil supaya anda tertular semangat dan optimisme mereka.

Di bagian mindset yang positif, terbagi menjadi 2 yaitu :
  • Spekulator ( High Profit ), Trader yang mengharapkan profit besar dalam waktu singkat dan mengutamakan pertumbuhan jangka pendek. 
  • Investor ( Low Profit ), Trader yang mengharapkan profit lebih kecil, relatif lebih aman dan mengutamakan pertumbuhan jangka panjang.
Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang spekulator atau investor. Menginginkan profit besar atau kecil. Bahkan trading dengan sangat "serakah" dan ingin cepat kaya. Semuanya benar, bisa, dan boleh-boleh saja.

Trading forex adalah bisnis yang luar biasa dan revolusioner, bisa diperlakukan menjadi "apa saja". Mau trading harian atau mingguan atau bulanan, bahkan tiap jam, tiap menit, semua bisa-bisa saja. Sangat fleksibel dan dinamis. Yang terpenting kita paham dan siap dengan segala konsekuensinya.

Setiap orang punya mindset yang berbeda-beda. Bukan soal benar atau salah. Mindset apapun adalah benar bagi orang tersebut. Sebaiknya kita tidak saling memperdebatkan karena kita bertanggung jawab penuh atas mindset / keputusan kita sendiri.

2. METODE.

Metode ada banyak sekali. Tidak ada yang terbaik dan paling sempurna. Masing - masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilih dan gunakanlah metode yang paling NYAMAN buat anda.

Saya tidak mengatakan paling simple. Boleh saja itu rumit tapi anda nyaman, ya silahkan. Saya tidak mengatakan paling aman. Boleh saja itu sangat beresiko tetapi anda siap dan nyaman, ya silahkan.

Sebetulnya tidak ada istilah simple atau rumit, mudah atau sulit, aman atau beresiko. Orang yang berkata rumit atau sulit karena dia tidak benar-benar memahami. Orang yang berkata tidak aman ( sangat beresiko ) karena dia tidak tau cara mengelola resikonya.

Intinya adalah soal KENYAMANAN. Nah pada bagian inilah yang perlu banyak dikerjakan. Terkadang kita harus "berpetualang" dari metode satu ke metode yang lain. Mencoba dan mempelajari beberapa metode untuk menemukan yang paling nyaman. Masa-masa pencarian ini kadang sangat "melelahkan" bagi sebagian orang ( tidak sedikit yang menyerah ).

Trading sama seperti kehidupan. Orang mencari pekerjaan / jenis usaha yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Mencoba menekuni beberapa profesi hingga akhirnya menemukan yang cocok dan fokus disana.

Atau proses mencari jodoh, misalkan seorang pria mencari istri. Tentu dia harus bergaul dan berteman dengan banyak wanita. Mungkin pernah pacaran beberapa kali sampai akhirnya menemukan yang paling cocok untuk dinikahi.

Balik lagi ke soal trading.

Jika kita sudah menemukan metode yang nyaman, lebih baik jangan berpindah-pindah. Fokuslah dengan metode itu, terus dilatih supaya semakin mahir sebab ada pepatah yang mengatakan,
1 pisau yang tajam LEBIH BERGUNA daripada 10 pisau yang tumpul.
3. MANAGEMENT.

Saya percaya sebuah bisnis mampu berkembang dengan luar biasa pasti memiliki management bisnis yang baik. Seluruh kegiatan operasionalnya berjalan dengan efektif dan terstruktur rapi.

Nah kalau kita ingin menjadi trader yang berhasil, maka kitapun harus mempunyai management trading yang baik. Management trading berisi JURNAL, catatan dan rekapitulasi hasil trading.

Apa saja yang perlu dicatat ? Berikut ini contoh jurnal trading yang saya lakukan,
  • Pair apa ( contoh EUR-USD ).
  • Terjadinya kapan, tanggal / hari / jam ( 11 agustus, Jumat, 19.30 )
  • Ada news fundamental apa ( CPI ).
  • News tersebut dari negara mana ( USA )
  • Berapa besar pergerakannya ( naik sebesar 68 dalam pips dalam waktu 1 jam setelah news tersebut release ).
  • Dan sertakan gambar chartnya.

Dengan mempunyai jurnal, kita bisa melakukan evaluasi dan perbaikan yang berkesinambungan. Lama - kelamaan kemampuan trading kita akan semakin berkembang.

Pergerakan market hanya ada 2 kondisi, yaitu Trending dan Sideways. Kedua kondisi ini akan selalu bergantian, dan terdapat pola - pola yang sama.

Seperti ada quote populer mengatakan HISTORY REPEATS ITSELF, artinya kondisi atau peristiwa di masa lalu cenderung akan terulang kembali di kemudian hari. Inilah gunanya kita memiliki jurnal sebagai bekal persiapan untuk menghadapi peristiwa yang "sama" di masa mendatang.

Dengan semakin banyaknya jam terbang serta mengenal pola - pola yang sama dan berulang, otomatis membuat kita semakin TRAMPIL dalam menyikapi pergerakan market. Endingnya, hasil trading kita akan semakin baik.

Selamat memperlakukan trading forex sebagai bisnis. SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.

Silahkan SHARE Jika BERMANFAAT.

3 Persepsi Negatif Yang Dimiliki Trader Pemula

3 Persepsi Negatif Yang Dimiliki Trader Pemula

persepsi pikiran negatif trader pemula belajar trading saham forex broker bandar

Perjalanan menjadi seorang trader yang berhasil melewati beberapa tahapan.

Dimulai dari orang awam. Mereka belum memasuki dunia trading, hanya sebatas pernah mendengar perkataan orang lain tentang bisnis ini. Biasanya perkataan itu adalah hal-hal negatif yang dibesar-besarkan. Celakanya lagi, itu semua BUKAN FAKTA melainkan hanya opini dan asumsi belaka.

Kebanyakan berasal dari kelompok orang gagal. Banyak perkataan-perkataan yang "meracuni" orang awam sehingga ikut menjadi negatif. Makanya tidak heran kalau persepsi dunia trading di masyarakat sangat negatif.

Baca juga :
Mengapa Persepsi Forex Dimata Masyarakat Sangat Negatif ?
Anggapan Trading Forex itu Judi 

Mari kita lanjut ke tahap berikutnya.

Setelah orang awam, tahap berikutnya adalah TRADER PEMULA. Mereka mau membuka diri dan mulai menekuni trading forex.

Di tahapan ini, trader pemula mengumpulkan beragam informasi tentang dunia trading. Bergabung di banyak grup / komunitas trading dan mem-follow beberapa orang yang dianggap master trading.

Karena banyaknya informasi yang diperoleh, tidak jarang pula yang kontradiksi dan saling bertentangan. Menurut master A begini tapi menurut master B begitu. Menurut buku C bilangnya begini, tapi menurut buku D bilangnya begitu.

Trader pemula mengalami noise sehingga menimbulkan banyak mispersepsi dalam pikirannya. Hal ini sangat wajar karena mereka berada dalam masa pencarian jati diri. Berusaha menemukan trading style dan metode yang cocok dengan kepribadiannya.

Sebenarnya ada banyak mispersepsi. Namun kali ini saya akan membahas 3 saja.

1. Broker Suka Ngerjain Trader.

Ada anggapan mengatakan broker adalah bandar yang mengharapkan trader mengalami kerugian. Bahkan jika ada trader yang jago dan banyak mendapat profit, maka trader tersebut sangat rentan dikerjain broker.

Dikerjain itu artinya transaksi dicurangi atau data pergerakan harga dimanipulasi atau dipersulit ketika menarik dana ( withdrawal ), dan sebagainya.

Semua anggapan itu masih sebatas isu dan belum ada bukti yang valid. Bisa juga itu adalah bentuk persaingan yang tidak sehat ( black campaign ) antar broker untuk saling menjatuhkan.

Kalau menurut pandangan saya, semua broker itu bagus. Kegagalan trading disebabkan oleh kesalahan tradernya sendiri.

Memang ada broker yang "nakal" tapi itu BUKAN FAKTOR UTAMA penyebab kegagalan trading.
90% kesalahan trader sendiri.
10% faktor broker.

Kalau di bisnis real / konvensional, broker itu ibaratnya supplier. Ada supplier yang bagus, ada supplier yang jelek. Kalau bisnis kita mengalami kemunduran / kegagalan, apakah disebabkan oleh supplier ? Tentu tidak ! Tapi karena ketidakmampuan kita mengelola bisnis tersebut.

Balik lagi ke soal trading..

Data pergerakan harga ( quote ) setiap broker bisa berbeda tapi tidak beda jauh. Selisihnya paling cuma 2-3 pips saja. Di era keterbukaan sekarang, kesempatan broker melakukan manipulasi semakin kecil.
Emangnya kita siapa kok keGRan merasa dipantau terus oleh broker ? Strategi / robot ( EA ) trading kita sehebat apa kok broker punya alasan "harus" ngerjain kita ?
Jangan-jangan semua itu hanya pikiran negatif kita sendiri. Kita membuat pembenaran atas kegagalan sekaligus menciptakan alasan untuk menutupi ketidakmampuan menjalankan trading.

Trader yang bermental pecundang akan selalu mengkambing hitamkan broker ketimbang memperbaiki diri.

Mulai sekarang mari berhenti menyalahkan pihak broker. Lebih baik mengevaluasi diri dan terus belajar meningkatkan kemampuan trading.

2. Market Sangat Ganas dan Sulit Diprediksi.

Pernyataan "market sangat ganas" menurut saya sangat berlebihan karena ganasnya market itu bisa diukur dan dihitung. Bukan secara tiba-tiba dan tidak ada sebab kemudian market menjadi ganas.

Orang yang mengatakan demikian artinya mereka tidak mengerti cara mengontrol dan mengelola resiko. Padahal caranya sangat simple, ini hanya soal Money Management. Bagaimana mengatur jumlah lot yang ideal dengan besarnya modal yang dimiliki.

Bagi trader pemula sangat disarankan menggunakan lot terkecil dahulu karena untuk melindungi modal. Kalaupun kena loss, kerugiannya tidak terlalu besar. Masih tersisa banyak modal untuk melanjutkan "perjuangan" trading berikutnya. Tujuan pemula bukanlah mengejar profit melainkan JANGAN RUGI DULU. Fokus melatih diri dan meningkatkan kemampuan trading.

Market itu seperti lautan. Bisa memberi makan yang melimpah. Namun bisa juga menghancurkan jika kita tidak berhati-hati dan kurang mempersiapkan management resiko dengan baik.

Yang namanya laut pasti ada siklusnya. Demikian juga market ada polanya ( Trending dan Sideways ). Kedua pola ini akan selalu bergantian. Kenali apa saja yang menjadi ciri-ciri market sideways dan market trending.

Market juga seperti jalan raya. Ada rambu-rambu dan aturan berlaku. Dengan "mematuhi" rambu2 tersebut BUKAN BERARTI pasti aman dan selamat. Namun sudah mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan.

3. Trading Bukan Bidang Saya, Bukan Jodoh Saya.

Ini adalah perkataan trader yang sudah putus asa. Saya pun dahulu pernah mengalaminya. Meskipun dalam hati masih tersimpan keinginan dan harapan bahwa sukses di bisnis trading adalah sesuatu yang bisa dicapai.

Kita perlu mengevaluasi diri. Apakah selama ini kita belajarnya sudah tekun atau tidak ? Banyak orang mengaku kenal trading sudah lama. Tapi tradingnya tidak teratur. Belajarnya tidak fokus. Kadang sehari sekali atau seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali ( kalau ingat ).

Ngakunya sudah trading selama 3 tahun, tapi belajarnya tidak konsisten. 3 tahun tapi tidak efektif !

Atau bisa juga ilmu kita masih kurang sehingga perlu mengupgrade diri. Di era sekarang ada banyak sumber pembelajaran tentang trading. Dari yang gratisan sampai yang berbayar.

Jangan terlalu cepat menghakimi diri sendiri dengan berkata : ini bukan bidang saya. Jangan-jangan kita sendiri yang kurang serius menjalankan bisnis ini. Tidak memperlakukan trading forex layaknya sebuah bisnis yang harus dikerjakan secara profesional.

Marilah kita memperbaiki sikap dan pola pikir sebagai seorang trader yang berhasil.

Di hadapan market kita semua adalah sama. Tidak ada yang namanya master. Orang yang di anggap master sebenarnya tidak lebih hebat dari pemula. Mereka hanya sudah melakukannya lebih dahulu dengan penuh komitmen.

Jangan berkecil hati jika saat ini kita masih pemula karena Pemula adalah master yang tertunda.

SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.

Silahkan SHARE Jika BERMANFAAT.

Belajar Analisa Fundamental Forex Factory Part 2

Belajar Analisa Fundamental Forex Factory Part 2

belajar analisa memanfaatkan membaca berita news teknikal fundamental forex factory

Postingan ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya yaitu belajar analisa fundamental forex factory part 1. Pastikan anda sudah membacanya.

Saya menggunakan acuan dari Forex Factory karena ini salah satu website terpopuler yang membahas dunia trading dan investasi di finansial market. Tampilan websitenya simple namun informasi yang disajikan sangat lengkap.

Sebelum membahas analisa fundamental lebih dalam, mungkin kita bertanya MENGAPA perlu belajar memperhatikan news data-data fundamental ?

karena biasanya news fundamental itu MEMICU pergerakan harga lebih kencang. Di sekitar jam tersebut ( sebelum dan sesudah news berlangsung ) pergerakan market cukup besar. Disitu ada peluang yang bisa dimanfaatkan trader untuk mendapat profit.

Analisa Fundamental mempunyai ruang lingkup yang luas. Secara garis besar terbagi menjadi 6 sektor,

1. Bank Sentral ( Central Bank ).
2. Inflasi ( Inflation )
3. Pertumbuhan ekonomi ( Growth )
4. Ketenagakerjaan ( Employment )
5. Bisnis Survey ( Business Surveys )
6. Perumahan ( Housing )
7. Pidato orang penting ( Speech )

Sektor bank sentral boleh dikatakan sebagai SEKTOR UTAMA. Anda jangan mengaku sebagai trader jika tidak mengerti berita / news seputar bank sentral ( The Fed, ECB, BOE, dll ).

Mengapa sektor bank sentral dianggap "paling" penting ? Karena menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan news dari sektor lain.

Untuk lebih detail tentang bank sentral, silahkan kunjungi postingan sebelumnya ( belajar analisa fundamental part 1 )

Pada postingan kali ini saya akan membahas nomor 2 - 5 saja, yaitu sektor Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Ketenagakerjaan dan Bisnis Survey.


INFLASI.

Inflasi adalah kondisi dimana harga barang dan jasa mengalami peningkatan dalam rentang waktu tertentu sehingga berdampak melemahnya nilai mata uang.

Jenis fundamental yang termasuk ke dalam sektor inflasi adalah PPI, CPI dan Retail Sales.
  • PPI ( Producer Price Index ) : Data mengenai tingkat perubahan harga yang dialami oleh PRODUSEN.
  • CPI ( Customer Price Index ) : Data mengenai tingkat perubahan harga yang dialami oleh KONSUMEN.
  • Retail Sales : Data mengenai tingkat penjualan barang-barang retail, seperti makanan dan kendaraan. 
Kita lebih memperhatikan data CPI dan Retail Sales saja karena PPI jarang direspon market.

USA : CPI + Retail Sales diadakan monthly.
AUD : Retail Sales Monthly, CPI quarterly.
CAD : CPI + Retail Sales monthly.
CHF : CPI + Retail Sales quarterly.
NZD : CPI + Retail Sales quarterly.
GBP : CPI + Retail Sales monthly.
EUR : CPI + Retail Sales monthly.

Retail sales bisa dimasukkan ke dalam kategori Inflasi atau Pertumbuhan ekonomi.


PERTUMBUHAN EKONOMI.

Sektor ini dan sektor inflasi boleh dikatakan hampir sama. Inflasi sendiri bisa dianggap sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Terjadinya inflasi karena disebabkan kenaikan harga-harga barang dan jasa. Mengapa terjadi kenaikan harga ? Karena permintaan ( demand ) meningkat. Daya beli masyarakat meningkat. Itu artinya terjadi pertumbuhan ekonomi.

Jenis fundamental yang termasuk ke dalam sektor pertumbuhan ekonomi, selain inflasi adalah
  • Trade Balance : Nilai selisih antara ekspor dan import suatu negara.
  • Current Account : Nilai selisih antara hutang dan piutang suatu negara.
  • GDP ( Gross Domestic Product ) : Nilai total pendapatan yang diterima suatu negara.

KETENAGAKERJAAN.

Sektor ini berisi data ekonomi mengenai tenaga kerja. Misalnya :
  • Data jumlah penduduk yang aktif sedang bekerja.
  • Data jumlah pengangguran dalam rentang waktu tertentu.
  • Data pembayaran gaji perusahaan outsourcing.
  • Data jumlah penduduk yang terkena PHK.
  • Data jumlah penduduk yang mengambil tunjungan karena sedang tidak bekerja.
USA
  • ADP. Setiap rabu pertama ( 2 hari sebelum NFP ).
  • Non Farm Employment Change / NFP. Setiap jumat pertama.
  • Unemployment / Jobless Rate. Setiap jumat pertama.
  • Unemployment / Jobless Claim. Setiap kamis ( weekly ).
GBP
  • Claimant Count Change. Monthly. Jatuh pada hari rabu pertengahan bulan.
  • Unemployment Rate. Monthly. Jatuh pada hari rabu pertengahan bulan.
AUD
  • Employment Change. Monthly. Jatuh pada hari kamis pertengahan bulan.
  • Unemployment Rate. Monthly. Jatuh pada hari kamis pertengahan bulan.
CAD
  • Employment Change. Monthly. Jatuh pada hari jumat pertama.
  • Unemployment Rate. Monthly. Jatuh pada hari jumat pertama.
NZD
  • Employment Change. Quarterly. Jatuh pada hari rabu pertama.
  • Unemployment Rate. Quarterly. Jatuh pada hari rabu pertama.
EUR. Data ekonomi paling penting berasal dari negara German, Spanish, Italian, dan Franch. Kebanyakan diadakan Monthly.

CHF. Employment Change. Monthly


BISNIS SURVEY.

Sektor fundamental ini memberikan laporan data ekonomi ( survey ) tentang kondisi dunia bisnis suatu negara. Diadakan setiap bulan sekali ( monthly ). Nama survey ini disebut PMI ( Purchasing Managers Index ).

Nama lembaga yang melakukan survey adalah ISM ( Institute of Supply Management ) yang di Amerika. Untuk wilayah eropa, lembaga surveynya bernama Markit Economics.

Data ekonomi ini menggunakan rujukan angka 50. Jika angkanya diatas 50 maka memberi informasi terjadi ekspansi di sektor tersebut. Sementara jika angkanya dibawah 50 maka memberi informasi terjadi kontraksi.

Laporan data ekonomi ini release secara berkala tiap bulan sekali.

USA :
ISM Manufacturing dan Non Manufacturing.

GBP :
Manufaktur PMI, Construction PMI, dan Service PMI.

AUD :
AIG Manufacturing, AIG Service, dan AIG Construction.

CHF :
Manufacturing PMI.

CAD :
Manufacturing dan Ivey PMI.

NZD :
Business NZ Manufacturing

EUR :
Terdiri dari banyak negara. Tapi yang paling berpengaruh adalah negara german, franch, spanish, dan italy
Manufacturing dan Service PMI

========================================================

Inti dari mempelajari fundamental adalah kita mengetahui jadwal-jadwal data release nya kapan. Kemudian kita bisa bersiap di jam tersebut untuk melakukan trading. Karena biasanya di jam-jam tersebut, pergerakan market cukup volatile.

Dengan bertambahnya pengalaman dan jam terbang, kita akan semakin mengenali jenis-jenis fundamental tersebut beserta dampaknya. Pengalaman tersebut dapat meningkatkan kemampuan kita meraih profit secara konsisten di market.

SEMOGA BERMANFAAT.

SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.

Rahasia Sukses Adalah JUST DO IT

Rahasia Sukses Adalah JUST DO IT

rahasia sukses just do it take action segera melangkah bertindak saja jangan takut gagal, berani mencoba, jangan mudah menyerah

Banyak orang beranggapan SUKSES itu sesuatu yang sulit dicapai. Harus begini lah, harus begitu lah. Banyak syarat ini dan itu. Harus punya kemampuan ini itu dan sebagainya.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Sukses tidak seribet dan serumit yang diperkirakan banyak orang.

Kita harus SADAR bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan dan tiba-tiba. Termasuk juga kesuksesan.

Orang sukses dulunya juga tidak sukses ( gagal ). Orang hebat dulunya juga tidak hebat. Orang yang saat ini kita anggap luar biasa, dulunya orang biasa. Orang yang sekarang pintar, dulu pernah bodoh.

Mereka berani bertindak dan mencoba. Berani memulai dengan langkah kecil dan terus bergerak maju.

Tidak ada orang memulai langsung jadi besar dan hebat. Sukses selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Konsisten melakukan perbaikan demi perbaikan sehingga menjadi lebih pintar, lebih hebat, lebih terampil, dan sebagainya.

Seperti ada pepatah : SUKSES adalah perjalanan. Sebuah proses pertumbuhan ke arah yang lebih baik.

JADI jangan terlalu banyak dipikir, jangan cuma direncanakan, jangan banyak bertanya. Segera take action, melangkah saja dan berani bertindak.

Dengan bertindak, kita akan menemui banyak pengalaman baru. Itu semua berguna untuk melatih dan meningkatkan kemampuan kita.

JUGA jangan alergi dengan kata : SALAH, KELIRU, GAGAL, dan RUGI..

Itu hal yang wajar dan biasa saja. Namanya juga belajar, tidak ada orang yang langsung bisa sempurna dan berhasil. Tapi jika kita terus melangkah, terus dipelajari, terus dicoba, terus dievaluasi, terus diulang, terus dilatih dan terus diperbaiki.. Lama kelamaan hasilnya semakin bagus.

1. Learn
2. Practice
3. Evaluate
4. Improve
5. Relearn ( back to no 1 )

Repeat the process until big success come to you.

Menjadi terampil dan ahli dibidang apapun butuh latihan, pengalaman dan jam terbang. Jangan berkecil hati jika saat ini anda merasa tidak belum bisa karena sebelum menjadi master, kita semua adalah newbi ( pemula ).

Pada akhirnya, dulu yang kita anggap sulit dan tidak mungkin ( termasuk sukses ) akan terasa semakin mudah dan bisa dicapai, seiring berkembangnya kemampuan kita.

Tidak ada kesuksesan datang secara tiba-tiba dan kebetulan. Sukses adalah hasil dari perencanaan, persiapan, komitmen berlatih, ketekunan, kesabaran, dan dilakukan terus menerus secara konsisten.

Tetaplah SEMANGAT dan Jangan Menyerah dalam meraih segala impian anda.

Silahkan SHARE Jika Bermanfaat.

Perlu Tidak Pakai STOP LOSS ?

Perlu Tidak Pakai STOP LOSS ?

perlu atau tidak pakai menggunakan stop cut loss belajar trading saham forex money management

Ada pertanyaan dari salah satu rekan di kontak WA saya : Lebih bagus mana trading menggunakan Stop Loss ( SL ) atau tidak ? Oke saya akan menjawab pertanyaan itu lebih detail di postingan kali ini.

Sebetulnya bukan soal lebih bagus atau lebih jelek. Karena masing-masing ( pakai SL atau tidak ) ada plus minusnya.

Jawaban saya : TERGANTUNG strategi yang digunakan. Tergantung bagaimana trading plannya.

Ada strategi yang menggunakan SL di setiap ordernya. Ada strategi yang tidak menggunakan SL tapi tetap ada batasan resikonya ( risk tolerance ).

Biasanya jika menggunakan strategi untuk kondisi market Sideways, tanpa SL tapi siap cut loss jika harga bergerak sampai di level tertentu. Untuk strategi kondisi trending, trader seringnya menggunakan SL.

Ada anggapan mengatakan : Tanpa SL itu sangat berbahaya, bisa menyebabkan modal habis ( MC ). Menurut saya anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Ada faktor lain yang lebih dominan yang membuat modal habis yaitu pengaturan Money Management yang buruk.

SL hanya mempersiapkan resiko per trade, bukan menghitung resiko secara keseluruhan modal.

Idealnya dengan modal sekian, trader harus mengerti ( secara jumlah ) berapa kali dia mampu trade dan berapa besar resiko yang di tanggung dalam setiap trade nya.

Trading bukanlah aktivitas ( semata-mata ) mengejar profit, melainkan aktivitas mengelola resiko. Jadi persiapan dan perencanaan resikonya harus detail.

Bagi trader pemula saya sangat menyarankan menggunakan lot terkecil dahulu. Supaya kita mempunyai kesempatan trade lebih banyak. Tujuannya untuk meningkatkan jam terbang dan latihan dalam mengenal market.

Trading adalah seni menenpatkan SL dan TP dilevel tertentu, di harga tertentu. Apapun strategi yang kita gunakan, pelajari dan kuasai secara mendalam supaya kita mengerti dimana area level SL dan TP yang ideal sehingga kita mampu menemukan kondisi High Reward and Low risk.

Hasil Trading 19 - 23 Juni 2017

Hasil Trading 19 - 23 Juni 2017

hasil belajar trading saham forex sonytrade core retail sales CPI inflasi fundamental

Selamat merayakan hari raya idul fitri bagi bapak ibu yang merayakannya. Semoga ibadah puasa selama sebulan penuh bisa menjadi berkah bagi anda sekeluarga. Semoga perjalanan trading anda juga senantiasa profit selalu. AMIN..

Minggu ini kami trading fokus di pair UCAD dan UCHF. Dan ada news penting yaitu Retail Sales dan CPI yang membuat market bergejolak cukup signifikan pada hari kamis dan jumat.

Pergerakan tersebut memberikan profit yang cukup besar, dikarenakan sempat floating hingga 5 level kemudian terjadi pembalikan arah yang besar.

Berikut hasil trading kami pekan ini,







Minggu depan kita sudah memasuki akhir bulan Juni. Biasanya news yang cukup "besar" diakhir bulan adalah CB Consumer Confident. Indikator ekonomi ini untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini.

Biasanya market merespon dengan pergerakan yang cukup volatile. Bagi anda yang sedang berlibur bisa rehat sejenak dari trading. Semoga liburan anda bisa berjalan menyenangkan.

SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.

Belajar Mengenal Time Frame

Belajar Mengenal Time Frame

belajar mengenal separator time frame trading investasi saham forex candlestick metatrader

Pada postingan kali ini saya akan share tentang fungsi dan kegunaan dari Time Frame. Banyak trader sering menggunakannya tapi tidak memahami secara detail apa dan bagaimana time frame itu.

Sangat disarankan ketika anda membaca postingan ini, juga sekalian membuka chart metatrader di laptop supaya bisa memahaminya lebih jelas.

Trading itu sangat simple. Informasi didalam chart hanya ada 2 yaitu : WAKTU dan HARGA.

Waktu ditunjukkan di sumbu X ( horizontal / kiri ke kanan ), bisa berupa : tahun, bulan, tanggal, jam, dan menit.

Harga ditunjukkan di sumbu Y ( vertikal / / atas ke bawah / naik turun ), bisa berupa level Open, High, Low, dan Close ( OHLC ).

Kedua informasi ini ( waktu dan harga ) ditampilkan dalam bentuk Candlestick dalam kerangka waktu ( Time Frame ) tertentu.

Adapun pilihan Time Framenya adalah
  • MN ( Monthly ) / Bulan.
  • W1 ( Weekly ) / Minggu.
  • D1 ( Daily ) / Hari.
  • H4 ( 4 Hour ) / 4 Jam.
  • H1 ( 1 Hour ) / 1 Jam.
  • M30 / 30 Menit.
  • M15 / 15 Menit.
  • M5 / 5 Menit.
  • M1 / 1 Menit.
Idealnya kita sebagai trader harus tau dan memperhatikan semua time frame supaya cara pandang menjadi luas dan bisa memahami market lebih objektif. Tapi ada juga trader yang menggunakan satu time frame saja.

Kemudian ada yang namanya SEPARATOR. Garis putus-putus vertikal yang membatasi / mengelompokkan beberapa candle. Beda time frame tentu beda pula fungsi separatornya.
  • MN : Candle BULANAN, separatornya batas per TAHUN.
  • W1 : Candle MINGGUAN, separatornya batas per TAHUN.
  • D1 : Candle HARIAN, separatornya batas per BULAN.
  • H4 : Candle 4 Jam-an, separatornya batas per MINGGU ( senin - jumat ).
  • H1 : Candle 1 Jam-an, separatornya batas per HARI.
  • M30 : Candle 30 Menitan, separatornya batas per HARI.
  • M15 : Candle 15 Menitan, separatornya batas per HARI.
  • M5 : Candle 5 Menitan, separatornya batas per HARI.
  • M1 : Candle 1 Menitan, separatornya batas per HARI.
Jadi Time Frame adalah melihat atau mengelompokkan data berdasarkan rentang waktu. Data apa ? Tentu saja data pergerakan harga, yaitu level Open, High, Low, Close.

Atau bisa juga pengertian Time Frame yang lain adalah MEMBEDAH candle

Misalnya candle MN, kita hanya tau OHLC saja. Tapi tidak tau pergerakan lebih detail. High nya itu dicapai pada tanggal berapa ? Low nya dicapai pada tanggal berapa ?

Cara taunya adalah kita "bedah" candle MN itu dengan memindah time frame ke D1. Di D1 kita bisa melihat pergerakan lebih detail ( harian ) dalam bulan tersebut.

Demikian juga misalnya candle D1, kita hanya tau OHLC saja. Tapi tidak tau pergerakan lebih detail. High nya itu terjadi pada jam berapa ? Low nya terjadi di jam berapa ?

Cara taunya adalah kita "bedah" candle D1 itu dengan memindah time frame ke H1. Di H1 kita bisa melihat pergerakan lebih detail ( per jam ) dalam hari/tanggal tersebut.

Time Frame semakin kecil maka kita bisa melihat "lekak lekuk" pergerakan harga lebih detail.

di MN, kita melihat candle bulanan secara utuh. Tapi di D1 kita bisa melihat "isinya". Pergerakan detailnya secara harian. Separatornya batas per bulan.

di W1, kita melihat candle mingguan secara utuh. Tapi di H4 kita bisa melihat "isinya". Pergerakan detailnya secara 4 jam-an. Separatornya batas per minggu.

di D1, kita melihat candle harian secara utuh. Tapi di H1 kita bisa melihat "isinya". Pergerakan detailnya secara 1 jam-an. Separatornya batas per hari.

Makanya penting sekali menggunakan bantuan Zoom in / out ketika ganti time frame. Alat itu sangat membantu tampilan chart supaya tidak terlalu jauh / terlalu dekat. Bisa diatur jaraknya yang pas dan nyaman sesuai dengan pandangan mata.

Jika tidak dibantu zoom in / out, biasanya akan bingung setiap ganti Time Frame. Terasa candlenya berubah bentuk. Padahal tidak. Hanya rentang waktunya saja yang berbeda.

Semoga artikel ini bisa meningkatkan pemahaman anda tentang time frame.

SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.