Pelajaran Hidup Dari Bisnis Trading

By Sony Wijaya | 19 Mei 2017 | Kategori:

pelajaran kehidupan dari bisnis trading investasi saham forex money risk management sabar disiplin

Menjalani aktivitas trading sungguh menyenangkan, seru sekaligus menegangkan. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh.

Bisnis ini tidak melulu bicara soal profit dan rugi saja. Sangat gembira ketika mendapat untung besar atau rasa sedih yang mendalam ketika mengalami kerugian.

Lebih dari itu trading adalah permainan psikologi dan mental. Banyak sekali pelajaran hidup yang terkandung didalamnya.

Bisnis ini tidak ada produk, tidak ada biaya operasional, tidak ada produksi, tidak ada distribusi, tidak ada promosi, tidak ada customer, tidak ada supplier, tidak ada kompetitor, dan sebagainya.

Tidak ada hal-hal fisik yang dikelola. Satu-satunya yang dikelola adalah manusianya sendiri. Filosofi dan pelajaran kehidupan apa saja yang diperoleh melalui bisnis trading ini ?

1. Berani Membuat Keputusan.

Semua orang setuju dengan pernyataan "hidup adalah pilihan". Namun kenyataannya banyak orang tidak berani menentukan pilihan dan membuat keputusan. Mereka lebih yakin dan percaya kepada keputusan / pilihan orang lain. Suka ikut-ikutan dan tidak punya pendirian.

Padahal hidup adalah tanggung jawab pribadi masing - masing. Segala akibat, resiko dan konsekwensi harus dihadapi sendiri.

Mungkin sebagai trader pemula perlu dibimbing. Tetapi selanjutnya tidak bisa terus menerus bergantung kepada orang lain. Trader harus berkembang secara psikologis. Memiliki keberanian, tanggung jawab, dan kemandirian.

Bisnis adalah seni membuat keputusan. Jika kita tidak siap membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab, lebih baik jangan menjadi pengusaha. Cocoknya jadi karyawan saja yang selalu mengikuti arahan dari bos.

2. Berani Mengambil Resiko.

Setiap keputusan mengandung konsekwensi. Dan tidak ada keputusan yang sempurna tanpa adanya resiko.

Bahkan ketika kita tidak melakukan apa - apa. Tidak mengambil keputusan apapun, tetap ada resikonya. Yaitu tidak ada perubahan, hidup stagnan tanpa ada kemajuan yang berarti.

Sebenarnya resiko itu bukan untuk ditakuti dan dihindari melainkan dipelajari bagaimana cara menghadapinya. Justru ini kesempatan kita untuk belajar dan berkembang. Jika selalu menghindari resiko, kapan kita bisa bertumbuh ?

Dalam trading, resiko loss itu ada. Tapi meskipun demikian, apakah bisnis ini tidak layak untuk dikerjakan ? Tentu saja tidak.

Sama seperti di bisnis konvensional / sektor real. Meskipun ada resiko, apakah semua orang tidak mau berbisnis ? Tentu tidak.

RESIKO BUKAN UNTUK DIHINDARI, TETAPI DIPELAJARI UNTUK MENGHASILKAN KEUNTUNGAN.

3. Kemampuan Berhitung.

Bisnis adalah seni menghitung peluang dan resiko.

Sebagai pebisnis kita harus siap dan sadar adanya resiko. Oleh karena itu penting sekali melakukan perhitungan yang matang sebelum mengambil keputusan.

Kebanyakan trader hanya tau cara menghitung profit, tetapi tidak mengerti cara menghitung resiko. Bagaimana mengatur proporsi ideal antara pengambilan volume / lot di setiap transaksi dengan kekuatan modal yang dimiliki.

Ini sangat penting sekali, kemampuan ini akan melindungi kita dari resiko MARGIN CALL ( Modal habis ). Money management dan Risk Management adalah kunci sukses dalam trading.

Perencanaan dan persiapan yang baik serta perhitungan yang matang, menyumbang 80% faktor keberhasilan trading.

4. Belajar Mengakui Kesalahan.

Ini adalah pelajaran tersulit yang dihadapi oleh trader. Manusia mempunyai ego "berharap selalu benar" disetiap kondisi dan keputusan.

Padahal faktanya manusia bisa salah. Pemikirannya bisa salah. Analisanya bisa salah. Yang direncanakan tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. Market sama seperti kehidupan ini, sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Terkadang berjalan tidak seperti apa yang kita pikirkan.

Banyak peristiwa unpredictable dapat terjadi. Hal ini harus benar-benar dipahami dan "disiapkan". Jika tidak demikian, kita cenderung over percaya diri. Orang yang mengalami panik biasanya karena kurangnya persiapan. Jika segala sesuatu sudah disiapkan, mengapa harus panik ? Jika rencana A tidak terjadi, maka rencana B sudah disiapkan.

Tidak ada keputusan yang selalu benar. Disinilah kita harus fleksibel, jangan ngotot apalagi "memaksakan" harus sesuai dengan kemauan kita. Malah kita akan sakit hati karena terus mempertahankan ego.

Dengan mengakui kesalahan, mungkin kita rugi secara material ( cut loss ) namun kita semakin dewasa secara psikologi. Percayalah kesempatan itu selalu ada didepan. Kita punya kesempatan untuk mengembalikan apa yang hilang dimasa lalu bahkan mendapatkan yang lebih besar.

Mari kita belajar arti kata RELA, IKLAS, DAN MOVE ON.

Akui kesalahan, terima kegagalan sebagai proses pendewasaan. Pelajari dan evaluasi kesalahan itu untuk koreksi perbaikan, kemudian segera bangkit. Kerjakan segala sesuatu dengan lebih baik, lebih bijak dan lebih cerdas.

5. Kebebasan Perspektif ( Cara Pandang ).

Banyak orang mengatakan : hidup adalah seni. Tidak ada kebenaran mutlak. Semua hanya soal persepsi, sudut pandang, sangat subjektif dan personal.

Market ibaratnya seperti sungai yang mengalir. Tidak bisa ditahan, tidak bisa dibendung, tapi bisa dimanfaatkan. Ada banyak cara untuk "menikmati" sungai. Bisa untuk mandi, untuk minum, dan keperluan lainnya.

Pergerakan market hanya naik dan turun, namun terdapat ribuan strategi, indikator dan teknik trading yang berbeda-beda. Ada yang simple ada yang rumit. Semua strategi itu bagus, kembali kepada selera dan kecocokan masing-masing tradernya.

Trading sebetulnya bukan soal buy atau sell, tetapi pemahaman bagaimana menyikapi market sesuai dengan karakter ( risk profile ) kita. Ibaratnya naik motor. Mau ngebut atau slow dua-duanya benar, terserah sopirnya yang terpenting SELAMAT sampai tujuan.

Pilihan ngebut atau slow, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan.

Kalau ngebut kelebihannya lebih cepat sampai tujuan. Kekurangannya jika terjadi kecelakaan maka kerusakannya sangat parah.

Kalau slow kelebihannya lebih aman, kalaupun terjadi kecelakaan, kerusakannya tidak terlalu parah. Tapi kekurangannya lebih lama sampai tujuan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikianlah beberapa pelajaran kehidupan ( life lesson ) yang saya rasakan selama menjalai bisnis trading, meskipun sebenarnya masih ada banyak lagi. Misalnya belajar pengendalian diri, menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin menjalankan trading plan, dan pelajaran psikologis lainnya.

Trading sama seperti kehidupan. Tidak ada kesempurnaan, tidak ada kepastian. Penuh dinamika dan perubahan. Dengan mempunyai kesadaran ini membuat kita lebih bijak dan realistis dalam menjalani trading.

Jangan hanya fokus mengejar profit saja, atau berharap cepat kaya dari bisnis ini. 

Orang yang berpikir trading itu jalan pintas menuju kaya, orang itu tidak mengerti hakikat sebuah bisnis. Menjadi kaya hanyalah efek dari sebuah proses. Jika tidak mau melewati proses tersebut, jangan harap bisa kaya kecuali menang lotre / jackpot.

TERUS BELAJAR, JANGAN MUDAH MENYERAH. Sukses pasti bisa diraih selama kita mau menjalani prosesnya dengan benar.

SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.
Silahkan Share jika BERMANFAAT

0 Response to "Pelajaran Hidup Dari Bisnis Trading"

Posting Komentar